Rabu, 17 Oktober 2012

Meningkatkan Kecerdasan dengan Bakteri


Lingkungan menyediakan apa saja bagi manusia untuk menjadi lebih pintar. Termasuk sejenis bakteri yang hidup di tanah, yang menurut penelitian bisa meningkatkan kecerdasan pada mamalia.

Habitat utama bakteri yang bernama Mycobacterium vaccae tersebut adalah di tanah. Karena jumlahnya berlimpah, bakteri ini diyakini sangat mudah masuk ke tubuh manusia melalui makanan maupun udara ketika beraktivitas di luar ruangan.

Menurut penelitian yang dikutip dari ScienceDaily, Rabu (26/5/2010), bakteri M. vaccae memiliki efek antidepresan sekaligus mampu meningkatkan kemampuan belajar pada mamalia (binatang menyusui). Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari The Sage Colleges di New York.

Seperti halnya pada Penanganan Batuk Rejan Dalam penelitian sebelumnya, bakteri yang mudah mati jika terkena panas itu disuntikkan ke sekelompok tikus. Di dalam jaringan otak, bakteri merangsang pembentukan neuron yang dapat meningkatkan produksi serotonin sehingga
mengurangi kegelisahan.

"Karena serotonin juga berperan dalam meningkatkan kemampuan belajar, maka seharusnya M. vaccae juga bisa mencerdaskan tikus-tikus itu," kata Dorothy Matthews, salah satu peneliti.

Matthews yang dalam penelitian itu berkolaborasi dengan rekannya Susan Jenks lantas melakukan eksperimen lanjutan. Tikus yang diberi makan bakteri diuji kemampuannya untuk melintasi labirin, dan dibandingkan kecepatannya dengan tikus kontrol yang tidak makan bakteri.

Hasilnya, tikus yang makan bakteri bisa melewati labirin lebih cepat dibandingkan tikus kontrol. Demikian juga dengan tingkat kegelisahan, pada tikus uji yang diberi makan bakteri teramati lebih rendah.

Pada eksperimen kedua, diet bakteri dihentikan, dan tes untuk melewati labirin kembali dilakukan. Hasilnya, kecepatan tikus uji untuk melewati labirin menurun meski secara rata-rata masih lebih cepat dibandingkan tikus kontrol.

Eksperimen ketiga dilakukan setelah diet bakteri dihentikan selama 3 pekan. Meski kecepatan melewati labirin pada tikus uji masih lebih cepat, namun secara statistik perbedaannya sudah tidak signifikan.

Eksperimen terakhir ini sekaligus menunjukkan bahwa efek pemberian bakteri hanya bersifat temporer atau sementara. Ketika diet dihentikan, kecerdasan yang diperoleh tikus uji berkurang.

Meski hanya sementara, hasil penelitian ini memunculkan spekulasi. Jika kegiatan belajar di luar ruangan kelas diperbanyak, maka kemungkinan untuk menghirup bakteri M. vaccae semakin besar dan efeknya para siswa menjadi lebih pintar.

Penelitian tersebut dipresentasikan dalam rapat umum American Society for Microbiology ke-110 yang digelar di San Diego.

Semoga medical information ini dapat membantu Anda untuk mengenal lebih jauh lagi tentang bakteri yang bernama Mycobacterium vaccae, dan semoga dapat bermanfaat untuk Anda....

Rokok Tewaskan 1 Orang Setiap 6 detik


Menurut Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO), konsumsi tembakau merupakan salah satu bahaya terbesar kesehatan masyarakat dunia. Lebih dari 5 juta orang dibunuh setiap tahun, rata-rata 1 manusia setiap 6 detik, Contoh nyata juga terdapat padaBahaya "Jejak" Asap Rokok Tembakau ini dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan seseorang serta 1 dalam setiap 10 kematian orang dewasa diakibatkan oleh tembakau. Sehat-mu mengutip dariWHO yang menginformasikan bahwa sampai dengan 50% dari pengguna produk tembakau yaitu rokok saat ini akhirnya akan mati karena penyakit terkait dengan konsumsi tembakau.

Lebih dari empat bagian dari 1 milyar perokok reguler di planet ini bertempat tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Santer berita yang menghebohkan juga bahwa Rokoknya Meledak pada beberapa bulan yang lalu hal ini juga dapat terjadi pada negara-negara di mana beban penyakit tembakau dan kematian adalah faktor resiko yang paling parah dampaknya.

Selain Bahaya Wanita Perokok WHO mengatakan bahwa pengguna tembakau mati dini serta berdampak buruk pula pada:
  • mereka para pengguna tembakau akan menurunkan pendapatan keluarga.
  • Meningkatkan biaya perawatan kesehatan.
  • Menghambat pembangunan ekonomi.
Di beberapa bagian dunia, anak-anak di ujung bawah skala sosial ekonomi yang umumnya bekerja di pertanian tembakau menyediakan pendapatan keluarga akan tetapi  dapat membuat mereka rentan terhadap green tobacco sickness. green tobacco sickness disebabkan oleh penyerapan nikotin melalui kulit dari penanganan daun tembakau basah serta ingat juga bahwa pada artikel sebelumnya Rokok Mengandung Darah Babi dan juga memberikan tips cara sederha untuk berhenti merokok dapat Anda simak pada healthy lifestyle tersebut.

Menurut riset Cancer Research UK and the American Cancer Society: 
Smoking causes:
  •  Cancer - seperti kanker paru-paru, laring (kotak suara), rongga mulut (mulut, lidah dan bibir), faring (tenggorokan), kerongkongan, perut, pankreas, leher rahim, ginjal, kandung kemih dan leukemia myeloid akut. merokok selama minimal 30% dari semua kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Hal ini bertanggung jawab untuk hampir 9 dari 10 kematian kanker paru-paru di Amerika Serikat.
  • Heart and cardiovascular diseases/Penyakit jantung dan kardiovaskular
  • Chronic lung diseases/Penyakit paru-paru kronis 
Smoking kills at least 120,000 people in the UK annually

Merokok adalah penyebab tunggal kematian dini di dunia
bahaya perokok pasif yang dapat menyebabkan beberapa ratus kematian setiap tahunnya di Inggris.perokok pasif sangat berbahaya untuk bayi dan anak-anak yang orang tuanya merokok di rumah.perokok pasif (dan juga perokok aktif) juga dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, berat lahir rendah, lahir mati, gangguan pada telinga, asma dan masalah pernapasan lainnya.
Merokok dapat meningkatkan risiko seorang wanita infertilitas.
Merokok juga telah berhubungan dengan resiko lebih besar pada penyakit gusi, katarak, penipisan tulang, patah tulang pinggul dan tukak lambung.
Erectile dysfunction/Disfungsi ereksi - beberapa penelitian telah menghubungkan merokok bisa menyebabkan impotensi seksual laki-laki (masalah mendapatkan dan / atau mempertahankan ereksi)

dan satu lagi, keluarga Anda sangat menanti kebersamaan Anda sekarang serta hari tua Anda kelak serta pencegahan lebih baik daripada mengobati bukan ! ....


Source: WHO, Cancer Research UK, American Cancer Society.

Metadon


Metadon merupakan opiat sintetis yang segolongan dengan heroin, kodein, dan morfin. Opiat ini pertama kali dikembangkan di Jerman pada tahun 1945 sebagai obat penghilang rasa sakit. Selanjutnya, sekitar tahun 1960an, Pada medical information kali ini akan mencoba mengulas tentang sakaw karena putaw atasi dengan metadon, untuk pertama kalinya metadon digunakan untuk program perawatan pada pecandu narkoba di New York.

Seperti halnya pada Panas Dalam Sebab dan Gejalanya seorang pecandu tidak bisa begitu saja berhenti memakai narkotika karena akan menyebabkan sakaw atau gejala putus obat. Untuk mengatasinya, ada terapi khusus bernama Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM).

Terapi yang di luar negeri juga dikenal sebagi Methadone Maintenance Threatment (MMT) ini bermanfaat bagi pasien ketergantungan obat yang secara psikologis sama sekali tidak bisa lepas dari narkotika. Tujuannya adalah membuat pasien tersebut terhindar dari sakaw, sehingga bisa tetap produktif.

Dalam PTRM, terapi metadon diberikan sebagai pengganti narkotika. Senyawa tersebut memang merupakan tiruan narkotika, dengan sifat yang hampir serupa hanya saja efeknya tidak sampai menyebabkan teler.

Dalam medical information sebelumnya mengenai Aspirin Meningkatkan Risiko Crohn's disease Metadon sebagai opiat pengganti yang hanya bisa didapatkan pada klinik terapi metadon, penggunaannya mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan penggunaan opiat ilegal. Metadon mengurangi bahkan menghilangkan ketergantungan pecanduterhadap opiat lain yang rute pemberiannya berisiko, misalnya melalui suntikan. Telah lama diketahui, penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkoba intravena menjadi penyebab utama penularan HIV dan penyakit lain seperti hepatitis. Keuntungan lain adalah mengurangi tindakan kriminal yang dilakukan pecandu narkoba. Pengguna narkobabiasanya menggunakan berbagai macam cara agar bisa mendapatkan narkoba.

"Sakaw bukan semata-mata soal perilaku, dorongan itu sulit dihindari karena otak mengalami gangguan secara organik. Bisa dibilang semacam penyakit otak," ungkap Dr. Rahmi Handayani, Sp.K.J., koordinator PTRM RS Fatmawati.

Dibandingkan memakai narkotika ilegal, pasien mendapat beberapa keuntungan dari PTRM. Terutama sekali karena harganya lebih murah, sehingga lebih terjangkau untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Penggunaannya juga tidak perlu terlalu sering, cukup sekali dalam sehari karena memiliki waktu paruh cukup panjang. Narkotika seperti morfin dan heroin memiliki waktu paruh pendek, sehingga harus dikonsumsi 2-3 kali sehari.

Selain itu metadon diberikan dalam bentuk cair sehingga bisa diminum, sehingga bebas risiko penularan HIV/AIDS dan hepatitis. Sedangkan pada pemakaian narkotika ilegal, 70 persen dilakukan dengan jarum suntik.

Meskipun demikian tidak semua pecandu bisa menjadi pasien PTRM, sebab ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya, pasien tersebut sudah pernah menjalani rehabilitasi maupun detoksifikasi namun tidak berhasil lepas dari ketergantungan.

Prosesnya juga tidak mudah, karena pasien harus datang setiap hari untuk mendapatkan metadon. Setelah diencerkan dengan sirup, metadon harus diminum di tempat itu juga dengan pengawasan petugas.

Seperti pada medical information sebelumnya pada sehat-mu mengenai Kelumpuhan Dan Cangkang Kerang "Pernah ada yang pura-pura minum, tetapi saat petugas lengah ternyata metadon masuk ke kantongnya," ungkap Dr. Rahmi.

Pengawasan ketat dilakukan karena metadon dan juga narkotika lainnya sangat rawan oleh penyalahgunaan. Distribusi dan penggunaannya juga harus dilaporkan ke pemerintah.

Di Indonesia, PTRM merupakan program Kementerian Kesehatan
sehingga ada subsidi untuk pembiayaannya. Pemerintah menganggarkannya dari APBN serta bebrapa bantuan dari lembaga internasional.

Oleh karenanya, tak heran jika terapi ini terbilang cukup murah. Untuk sekali minum, pasien hanya membayar Rp 15.000 di rumah sakit atau Rp 5.000 di Puskesmas.

Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? mari kita tingkatkan  healthy lifestyle dan perkaya akan medical information untuk menopang kehidupan yang lebih baik....